Selasa, 26 Juni 2012
TEKNOLOGI KOMUNIKASI 4 : Perbedaan Radio Analog dan Radio Digital serta TV Analog dan TV Digital
Radio Analog dan Radio Digital
TEKNOLOGI KOMUNIKASI 3 : Dampak Anak Menonton TV Tanpa Pengawasan Orang tua
• Berpengaruh terhadap perkembangan otak
Terhadap
perkembangan otak anak usia 0-3 tahun dapat menimbulkan gangguan
perkembangan bicara, menghambat kemampuan membaca-verbal maupun
pemahaman. Juga, menghambat kemampuan anak
dalam mengekspresikan pikiran melalui tulisan, meningkatkan agresivitas
dan kekerasan dalam usia 5-10 tahun, serta tidak mampu membedakan
antara realitas dan khayalan.
Terhadap
perkembangan otak anak usia 0-3 tahun dapat menimbulkan gangguan
perkembangan bicara, menghambat kemampuan membaca-verbal maupun
pemahaman. Juga, menghambat kemampuan anak
dalam mengekspresikan pikiran melalui tulisan, meningkatkan agresivitas
dan kekerasan dalam usia 5-10 tahun, serta tidak mampu membedakan
antara realitas dan khayalan.
• Mendorong anak menjadi konsumtif
Anak-anak merupakan target pengiklan yang utama sehingga mendorong mereka menjadi konsumtif.
•
Berpengaruh terhadap Sikap
Anak
yang banyak menonton TV namun belum memiliki daya kritis yang tinggi,
besar kemungkinan terpengaruh oleh apa yang ditampilkan di televisi.
Mereka bisa jadi berpikir bahwa semua orang dalam kelompok tertentu
mempunyai sifat yang sama dengan orang di layar televisi. Hal ini akan
mempengaruhi sikap mereka dan dapat terbawa hingga mereka dewasa.
• Mengurangi semangat belajar
Bahasa televisi simpel, memikat, dan membuat ketagihan sehingga sangat mungkin anak menjadi malas
belajar.
• Membentuk pola pikir sederhana
Terlalu
sering menonton TV dan tidak pernah membaca menyebabkan anak akan
memiliki pola pikir sederhana, kurang kritis, linier atau searah dan
pada akhirnya akan mempengaruhi imajinasi, intelektualitas, kreativitas
dan perkembangan kognitifnya.
• Mengurangi
konsentrasi
Rentang
waktu konsentrasi anak hanya sekitar 7 menit, persis seperti acara dari
iklan ke iklan, akan dapat membatasi daya konsentrasi anak.
• Mengurangi kreativitas
Dengan
adanya TV, anak-anak jadi kurang bermain, mereka menjadi
manusia-manusia yang individualistis dan sendiri. Setiap kali mereka
merasa bosan, mereka tinggal memencet remote control dan langsung
menemukan hiburan. Sehingga waktu liburan, seperti akhir pekan atau
libur sekolah, biasanya kebanyakan diisi dengan menonton TV.
Mereka seakan-akan tidak punya pilihan lain karena tidak dibiasakan
untuk mencari aktivitas lain yang menyenangkan. Ini membuat anak tidak
kreatif.
• Meningkatkan kemungkinan obesitas (kegemukan)
Kita
biasanya tidak berolahraga dengan cukup karena kita biasa menggunakan
waktu senggang untuk menonton TV, padahal TV membentuk pola hidup yang
tidak sehat. Penelitian membuktikan bahwa lebih banyak anak menonton TV,
lebih banyak mereka mengemil di antara waktu makan, mengonsumsi makanan
yang diiklankan di TV dan cenderung memengaruhi orangtua mereka untuk
membeli makanan-makanan tersebut. Anak-anak yang tidak mematikan TV
sehingga jadi kurang bergerak beresiko untuk tidak pernah bisa memenuhi
potensi mereka secara penuh. Selain itu, duduk berjam-jam di depan layar
membuat tubuh tidak banyak bergerak dan menurunkan metabolisme,
sehingga lemak bertumpuk, tidak terbakar dan akhirnya menimbulkan
kegemukan.
• Merenggangkan hubungan antar anggota keluarga
Kebanyakan
anak kita menonton TV lebih dari 4 jam sehari sehingga waktu untuk
bercengkrama bersama keluarga biasanya ‘terpotong’ atau terkalahkan
dengan TV. 40% keluarga menonton TV sambil menyantap makan malam, yang
seharusnya menjadi ajang ’berbagi cerita’ antar anggota keluarga.
Sehingga bila ada waktu dengan keluarga pun, kita menghabiskannya dengan
mendiskusikan apa yang kita tonton di TV. Rata-rata, TV dalam rumah
hidup selama 7 jam 40 menit. Yang lebih memprihatinkan adalah terkadang
masing-masing anggota keluarga menonton acara yang berbeda di ruangan
rumah yang berbeda.
• Matang secara seksual lebih cepat
Banyak
sekali sekarang tontonan dengan adegan seksual ditayangkan pada waktu
anak menonton TV sehingga anak mau tidak mau menyaksikan hal-hal yang
tidak
pantas baginya. Dengan gizi yang bagus dan rangsangan TV yang tidak
pantas untuk usia anak, anak menjadi balig atau matang secara seksual
lebih cepat dari seharusnya. Dan sayangnya, dengan rasa ingin tahu anak
yang tinggi, mereka memiliki kecenderungan meniru dan mencoba melakukan
apa yang mereka lihat. Akibatnya seperti yang sering kita lihat sekarang
ini, anak menjadi pelaku dan sekaligus korban perilaku-perilaku
seksual. Persaingan bisnis semakin ketat antar Media, sehingga mereka
sering mengabaikan tanggung jawab sosial,moral & etika.
TEKNOLOGI KOMUNIKASI 2 : Teori Komunikasi Model Shannon dikaitkan dengan Media komunikasi Telepon
Pada
akhir 1940-an Claude Shannon, penelitian matematika di Bell Telephone
Laboratories, menemukan sebuah teori matematika komunikasi yang
memberikan kerangka kerja sistematis pertama di mana secara optimal
merancang sistem telepon. Pertanyaan-pertanyaan utama memotivasi ini
adalah bagaimana merancang sistem telepon untuk membawa jumlah maksimum
informasi dan bagaimana untuk mengoreksi distorsi pada garis.
Tanah-melanggar
Pendekatannya memperkenalkan abstraksi sederhana dari komunikasi
manusia, yang disebut saluran. Shannon saluran komunikasi terdiri dari
pengirim (sumber informasi), media transmisi (dengan kebisingan dan
distorsi), dan penerima (yang tujuannya adalah untuk merekonstruksi
pesan pengirim).
Untuk
menganalisis secara kuantitatif transmisi melalui saluran tersebut ia
juga memperkenalkan sebuah ukuran jumlah informasi dalam pesan. Untuk
Shannon jumlah informasi adalah ukuran kejutan dan berkaitan erat dengan
kemungkinan salah satu dari beberapa pesan sedang dikirim. Untuk
Shannon pesan sangat informatif jika kemungkinan terjadinya adalah
kecil. Jika, sebaliknya, pesan terlalu diprediksi, maka ia memiliki
sejumlah kecil informasi --- salah satu tidak terkejut menerimanya.
Untuk
melengkapi analisis quantiative nya dari saluran komunikasi, Shannon
memperkenalkan tingkat
entropi, sebuah kuantitas yang diukur informasi produksi sumber rate
dan juga ukuran dari informasi daya dukung, yang disebut kapasitas
saluran komunikasi.
Dia
menunjukkan bahwa jika tingkat entropi, jumlah informasi yang Anda
ingin mengirimkan, excceds kapasitas saluran, maka ada kesalahan dapat
dihindari dan uncorrectable dalam transmisi. Hal ini cukup intuitif. Apa
benar-benar mengejutkan, meskipun, adalah bahwa ia juga menunjukkan
bahwa jika tingkat entropi pengirim di bawah kapasitas saluran, maka ada
cara untuk menyandikan informasi sehingga dapat diterima tanpa
kesalahan. Hal ini berlaku bahkan jika saluran mendistorsi pesan selama
transmisi.
Shannon
disesuaikan
teori untuk menganalisis manusia biasa (tertulis) bahasa. Dia
menunjukkan bahwa itu cukup berlebihan, menggunakan simbol-simbol dan
kata-kata lebih dari yang diperlukan untuk menyampaikan pesan. Agaknya,
redundansi ini digunakan oleh kita untuk meningkatkan kemampuan kita
untuk mengenali pesan andal dan untuk mengkomunikasikan berbagai jenis
informasi.
Dalam
studi sistem yang kompleks hari ini, kita melihat proses kacau
deterministik sebagai sumber informasi dan menggunakan tingkat entropi
Shannon, yang diadaptasi oleh Kolmogorov dan muridnya Y. Sinai di akhir
1950-an, untuk mengukur seberapa acak sistem yang kacau ini.
Minggu, 24 Juni 2012
TEKNOLOGI KOMUNIKASI : Satelit Komunikasi
SATELIT KOMUNIKASI
(Teknologi Transmisi Data)
Satelit
adalah suatu benda di ruang angkasa yang mengintari benda lain didalam
lingkup tata surya dalam periode dan ketinggian tertentu.
Sesuai dengan ketinggian orbitnya, pergerakan satelit dibedakan menjadi 3, yaitu:
a. LEO (Low Earth Orbit) pada ketinggian 500 km sampai dengan 2.000 km.
b. MEO (Medium Earth Orbit) pada ketinggian 5.000 km sampai dengan 20.000 km.
c. GEO (Geosynchronous Earth Orbit) pada ketinggian 35.786 km.
Macam - macam satelit diantaranya:
1. Satelit ilmiah ( untuk riset)
2. Satelit Militer
3. Satelit Cuaca
4. Satelit Navigasi dan Maritim
5. Satelit komunikasi (SATKOM)
1. Satelit ilmiah ( untuk riset)
2. Satelit Militer
3. Satelit Cuaca
4. Satelit Navigasi dan Maritim
5. Satelit komunikasi (SATKOM)
Dari kelima macam satelit tersebut kelompok kami akan menjelaskan tentang satelit komunikasi (SATKOM) saja.
Satelit
komunikasi adalah sebuah satelit buatan yang ditempatkan di angkasa
dengan tujuan telekomunikasi. Satelit komunikasi modern
menggunakan orbit geosynchronous, orbit Molniya atau orbit Bumi rendah.
Berikut gambaran tentang blok diagram satelit komunikasi:

Block Diagram Satelit Telekomunikasi
Sesuai
dengan kesepakatan International Telecommunication Union (ITU), untuk
menghindari terjadinya interferensi, setiap satelit ditempatkan dengan
jarak dua derajat terpisah sehingga jumlah satelit maksimum yang dapat
dioperasikan sebanyak 180 satelit.

Gambaran Visual Satelit Indonesia
Bagaimana
pun, dengan pandangan untuk memaksimalkan penggunaan slot orbital,
penempatan satelit secara bersama-sama dilakukan secara menyebar.
Penempatan satelit secara bersama-sama dipisahkan 0,1 derajat di angkasa
atau hampir sekitar 30 km. Interferensisinyal dari penempatan satelit
bersamaan dicegah dengan menggunakan polarisasi ortogonal. Pada saat
bersamaan perlengkapan stasiun bumi dapat menerima sinyal dari dua
lokasi satelit tanpa orientasi ulang dari antena. Sinyal dapat
di-diferensiasikan berdasarkan polarisasinya.
Segmen
angkasa tersedia dari organisasi yang telah mendapatkan satelit,
mengatur peluncuran, dan memimpin tes awal dalam orbit dan kemudian
mengoperasikan satelit-satelit ini secara komersial.
Fungsi
utama satelit dikerjakan oleh transponder. Ada beberapa transponder
atau repeater dalam badan satelit. Transponder ini memiliki
fungsi-fungsi sebagai berikut:
1. Penerima sinyal
Transponder menerima sinyal yang di uplink oleh VSAT atau Hub.
2. Translasi frekuensi
Frekuensi
dari sinyal yang diterima ditranslasikan ke frekuensi yang berbeda,
dikenal sebagai frekuensi downlink. Translasi frekuensi meyakinkan bahwa
tidak ada feedback positif dan juga menghindari interferensiisu yang
terkait.
3. Penguatan
Transponder juga menguatkan sinyal downlink.
Sejumlah
transponder menentukan kapasitas satelit. Kapasitas transponder satelit
untuk satelit generasi Palapa B yaitu terdiri dari 24 transponder yang
terbagi atas 12 transponder untuk polarisasi horizontal dan 12
transponder untuk polarisasi vertikal. Tiap transponder memiliki
bandwith 40 MHz yang terdiri dari 24 transponder C-band, 11 transponder
Ku-band dan 5 transponder Extended C-band. Jumlah transponder sebanyak
ini dimaksudkan untuk mengatisipasi kebutuhan pelanggan yang semakin
meningkat. Dulu satelit Palapa generasi pertama (Palapa-A1) hanya
membawa 12 transponder saja (C-band) karena pada jaman itu (Papala-A1
diluncurkan bulan Juli 1976) kebutuhan akan transponder masih sangat
rendah. Contoh lainnya adalah satelit Cakrawarta-1 (diluncurkan bulan
November 1997) dimana satelit ini hanya membawa 5 transponder saja
(S-band), karena dengan 5 transponder ini sudah cukup untuk menyiarkan
40 program siaran TV berlangganan (Indovision).
Pita
frekuensi satelit yang paling populer adalah C-band (4 - 6 GHz) karena
sinyal pada frekuensi ini tidak terpengaruh oleh hujan dan bebas dari
interferensi sinyal-sinyal microwave teresterial. Alokasi frekuensi pada
C-band dirinci dalam gambar di bawah ini, dimana bandwidth satu
transponder dibatasi sebesar 36 MHz dan antar transponder diberi jarak
(guard band) sebesar 4 MHz (gambar 1b). Gambar 1a memperlihatkan alokasi
frekensi dari masing-masing transponder berikut frekuensi tengahnya,
sedangkan gambar 1c memperlihatkan frekuensi maksimum dan minimum dari
sebuah transponder (dalam gambar ini diambil contoh transponder 7H).

Alokasi frekuensi transponder C-band
Berdasarkan
contoh dalam gambar 1c di atas maka frekuensi maximum dari transponder
12V adalah 4200 MHz, sedangkan frekuensi minimum dari transponder 1H
adalah 3700 MHz. Dengan demikian total frekuensi yang dialokasikan untuk
seluruh transponder adalah 4200 - 3700 = 500 MHz.
Sementara
itu jumlah total transponder seluruhnya ada 24, sedangkan bandwidth
masing-masing transponder 36 MHz dan guard band 4 MHz. Jika dihitung
secara linier maka akan diperoleh = 24 transpoder x (36 + 4) MHz = 960
MHz. Artinya, untuk 24 transponder @ 36 MHz dan guard band @ 4 MHz
dibutuhkan bandwidth total = 960 MHz. Tetapi pada kenyataanya cukup
dengan 500 MHz saja kebutuhan itu sudah tercukupi. Artinya kita bisa
menghemat bandwidth hampir separonya. Hal ini bisa terjadi karena ada
sifat polarisasi gelombang (elektromagnetik) yang bisa dimanfaatkan,
yaitu bahwa dua buah gelombang yang polarisasinya saling tegak lurus
akan terisolasi satu sama lain. Besarnya faktor isolasi ini adalah
sekitar 30 dB atau seper-seribu. Dengan kata lain, dua buah sinyal dapat
menggunakan satu frekuensi yang sama asalkan polarisasinya berbeda 90
derajat. Dengan memanfaatkan fenomena ini maka kita bisa menghemat
bandwidth hingga separonya.
Perangkat ini dikemas dalam satu kemasan tetapi memiliki dua fungsi yaitu sebagai up converterdan sebagai down converter.
Up Converter
Berfungsi
untuk mengkonversi sinyal Intermediate frequency (IF) atau sinyal
frekuensi menengah dengan frekuensi centernya sebesar 70 MHz menjadi
sinyal RF Up link (5,925 – 6,425 GHz).

Up Converter
Down Converter
Berfungsi
untuk mengkonversi sinyal RF Down link (3,7 MHz – 4,2 MHz) menjadi
sinyal Intermediate Frequency dengan frekuensi center sebesar 70 MHz.

Down Converter
Di
dunia Internasional, KU-Band adalah band frekuensi yang populer.
KU-Band dapat mendukung trafik dengan ukuran antena yang lebih kecil
dibandingkan C-Band atau Ext-C-Band. Tapi Ku-Band tidak tahan terhadap
curah hujan tinggi sehingga tidak sesuai untuk digunakan di daerah Asia
Tenggara.
Keunggulan dan kekurangan masing-masing band frekuensi tersebut secara rinci adalah seperti berikut:
Frekuensi
|
Keunggulan
|
Kekurangan
|
C-Band
|
· World wide availability
· Teknologi yang termurah
· Tahan dari redaman hujan
|
· Antena berukuran relatif lebih besar
· Rentan terhadap interferensi dari satelit tetangga dan terrestrial microwave
|
Ku-Band
|
· Kapasitas relatif besar
· Antena berukuran relatif lebih kecil (0,6 – 1,8 m)
|
· Rentan dari redaman hujan
· Availability terbatas (faktor regional)
|

Anatomi Satelit
Pada
intinya satelit menyediakan dua sumber daya, yaitu bandwidth dan tenaga
amplifikasi. Pada kebanyakan jaringan VSAT, tenaga memiliki sumber daya
yang lebih terbatas dibandingkan dengan bandwidth dalam transponder
satelit.
Sumber Referensi:
KOMUNIKASI POLITIK 6 : Kuliah Singkat oleh Ketua KPK "Abraham Samad"
Ketua
Umum KPK , Abraham Samad saat berkunjung di Universitas fajar beberapa
saat yang lalu memberikan kuliah singkat kepada mahasiswa/i Universitas
fajar dan STIM Nitro. Secara ringkas beliau mengatakan bahwa yang
termasuk dalam Grand Corruption adalah 1. Korupsi yang dilakukan oleh
penyelenggara negara/penentu regulasi. 2. Korupsi yang terjadi secara
sistematis. 3. Korupsi yang menyebabkan kerudian besar terhadap negara.
Dalam
garis besarnya juga, KPK menentukan skala prioritas rootnet
sendiri/perbaikan sektor yaitu : nasional interest ( yang menjadi fokus
area KPK) adalah yang menjadi hajat hidup orang banyak. misalkan :
sektor ketahanan energi, sektor pertambangan, penerimaan pajak bea cukai
dan bidang infra struktur.
Sistem pengaduan KPK :
* Sistem Konvensional, melapor langsung kepada KPK.
*Sistem
berbasis IT, setiap pengadu terhadap kasus korupsi dilindungi dengan
sistem IT. pengadu diungsikan di luar negeri atau Western Blower System
Terima
Kasih kepada bapak ketua KPK yang sudah bersedia memberikan kuliah
singkat tetapi sangat berkesan kepada mahasiswa UNIFA dan STIM NITRO.
KOMUNIKASI POLITIK 5 : Definisi dan Pengertian Opini Publik
Apa itu opini publik
OPini publik berasal dari kata Bahasa Inggris Public Opinion. Menurut Djoenasih, S Sonerjo dalam bukunya Opini Publik, Opini publik dalam bahasa indonesia sering diterjemahkan dengan " Pendapat Umum". Dengan demikian public diterjemahkan dengan "umum" sedangkan "opinion" diterjemahkan dengan kata "pendapat".
dalam Ilmu komunikasi terdapat istilah lain yaitu Public Relations yang umumnya diterjemahkan dengan "Hubungan Masyarakat" dimana dalam hal ini public diterjemahkan dengan "masyarakat" dan relations diterjemahkan dengan kata "hubungan".
Para pakar komunikasi Di Indonesia ada yang menerjamhkan Public Opinion menjadi pendapat umum (Seperti Astrid S. Susanto, Guru Besar Komunikasi I) dan ada pula pakar yang menybutnya atau menterjemahkannya menjadi opini publik (Seperti Onong Uchjana Efendy, Guru Besar kOmunukasi UNPAD).
Opini publik itu akan berkembang dan menjadi kuat apabila opini publik itu didukung oleh beberapa opini kelompok (group opinion) sehingga oopini publik itu akan lebih mudah digerakkan.
Sumber : Buku Dasar-Dasar Public Relation , karya Drs Soleh Soemirat , MS dan Drs Elvinaro Ardianto, M.Si
KOMUNIKASI POLITIK 4 : Pencitraan Bakal calon Walikota Makassar
KOMUNIKASI POLITIK 4 :
Banyaknya partai-partai yang ada di indonesia menyebabkan pintu - pintu peluang untuk menjadi tokoh masyarakat nomor satu sebagai Tuan rumah makassar terbuka lebar. Banyaknya orang - orang yang merasa pantas untuk menjadi walikota di kota daeng ini, sehingga mereka melakukan pencitraan yang baik dengan sangat gencar untuk menarik simpatik masyarakt. sebagai bakal calon walikota makassar mereka mendominasi setiap sisi atau ruang di sepanjang jalan kota makassar. baik baligho maupun spanduk terpajang rapi di setiap sudut dan tengah kota. bahkan media-media cetak lokal dihiasi oleh wajah-wajah mereka. bakal calon walikota sangat gencar menarik perhatian masyarakat, tidak hanya kalangan ibu dan bapak tetapi juga pelajar/mahasiswa yang juga tergolong wajib untuk memilih, ingin ditarik simpatiknya. caranya adalah membuat event-event rakyat misalkan futsal atau basket. bakal calon walikota makassar sadar bahwa jika ingin menjadi pemenang diantara pesaingnya maka mereka harus melakukan pencitraan yang baik, unik, dan berkesan. inilah pentingnya sebuah pencitraan.
Banyaknya partai-partai yang ada di indonesia menyebabkan pintu - pintu peluang untuk menjadi tokoh masyarakat nomor satu sebagai Tuan rumah makassar terbuka lebar. Banyaknya orang - orang yang merasa pantas untuk menjadi walikota di kota daeng ini, sehingga mereka melakukan pencitraan yang baik dengan sangat gencar untuk menarik simpatik masyarakt. sebagai bakal calon walikota makassar mereka mendominasi setiap sisi atau ruang di sepanjang jalan kota makassar. baik baligho maupun spanduk terpajang rapi di setiap sudut dan tengah kota. bahkan media-media cetak lokal dihiasi oleh wajah-wajah mereka. bakal calon walikota sangat gencar menarik perhatian masyarakat, tidak hanya kalangan ibu dan bapak tetapi juga pelajar/mahasiswa yang juga tergolong wajib untuk memilih, ingin ditarik simpatiknya. caranya adalah membuat event-event rakyat misalkan futsal atau basket. bakal calon walikota makassar sadar bahwa jika ingin menjadi pemenang diantara pesaingnya maka mereka harus melakukan pencitraan yang baik, unik, dan berkesan. inilah pentingnya sebuah pencitraan.
KOMUNIKASI POLITIK 3 : Opini partai PKS yang dikeluarkan sebagai partai koalisi
Partai PKS yang dikeluarkan
dari koalisi menimbulkan PRO-Kontra di masyarakat. Hal ini disebabkan
oleh beberapa sikap dari PKS yang dianggap tidak kompak sebagai partai
koalisi. keputusan dikeluarkannya partai ini dari koalisi memuncak pada
saat sidang paripurna beberapa bulan yang lalu. banyak fraksi-fraksi
partai yang jengkel akan sikap partai PKS, mereka beranggapan bahwa
sebagai partai koalisi PKS bertindak sebagai partai oposisi. Tetapi,
dari sisi pendapat masyarakat juga berbeda-beda, ada yang mengatakan
bahwa fraksi PKS adalah pahlawan rakyat yang membela kepentingan rakyat
jelata. tetapi ada juga masyarakat yang berpendapat bahwa sudah
seharusnya partai munafik seperti PKS dikeluarkan dari koalisi. jadi
adanya berbagai macam pendapat yang ada tergantung dari sisi mana
masyarakat menilai.
Langganan:
Komentar (Atom)