SATELIT KOMUNIKASI
(Teknologi Transmisi Data)
Satelit
adalah suatu benda di ruang angkasa yang mengintari benda lain didalam
lingkup tata surya dalam periode dan ketinggian tertentu.
Sesuai dengan ketinggian orbitnya, pergerakan satelit dibedakan menjadi 3, yaitu:
a. LEO (Low Earth Orbit) pada ketinggian 500 km sampai dengan 2.000 km.
b. MEO (Medium Earth Orbit) pada ketinggian 5.000 km sampai dengan 20.000 km.
c. GEO (Geosynchronous Earth Orbit) pada ketinggian 35.786 km.
Macam - macam satelit diantaranya:
1. Satelit ilmiah ( untuk riset)
2. Satelit Militer
3. Satelit Cuaca
4. Satelit Navigasi dan Maritim
5. Satelit komunikasi (SATKOM)
1. Satelit ilmiah ( untuk riset)
2. Satelit Militer
3. Satelit Cuaca
4. Satelit Navigasi dan Maritim
5. Satelit komunikasi (SATKOM)
Dari kelima macam satelit tersebut kelompok kami akan menjelaskan tentang satelit komunikasi (SATKOM) saja.
Satelit
komunikasi adalah sebuah satelit buatan yang ditempatkan di angkasa
dengan tujuan telekomunikasi. Satelit komunikasi modern
menggunakan orbit geosynchronous, orbit Molniya atau orbit Bumi rendah.
Berikut gambaran tentang blok diagram satelit komunikasi:

Block Diagram Satelit Telekomunikasi
Sesuai
dengan kesepakatan International Telecommunication Union (ITU), untuk
menghindari terjadinya interferensi, setiap satelit ditempatkan dengan
jarak dua derajat terpisah sehingga jumlah satelit maksimum yang dapat
dioperasikan sebanyak 180 satelit.

Gambaran Visual Satelit Indonesia
Bagaimana
pun, dengan pandangan untuk memaksimalkan penggunaan slot orbital,
penempatan satelit secara bersama-sama dilakukan secara menyebar.
Penempatan satelit secara bersama-sama dipisahkan 0,1 derajat di angkasa
atau hampir sekitar 30 km. Interferensisinyal dari penempatan satelit
bersamaan dicegah dengan menggunakan polarisasi ortogonal. Pada saat
bersamaan perlengkapan stasiun bumi dapat menerima sinyal dari dua
lokasi satelit tanpa orientasi ulang dari antena. Sinyal dapat
di-diferensiasikan berdasarkan polarisasinya.
Segmen
angkasa tersedia dari organisasi yang telah mendapatkan satelit,
mengatur peluncuran, dan memimpin tes awal dalam orbit dan kemudian
mengoperasikan satelit-satelit ini secara komersial.
Fungsi
utama satelit dikerjakan oleh transponder. Ada beberapa transponder
atau repeater dalam badan satelit. Transponder ini memiliki
fungsi-fungsi sebagai berikut:
1. Penerima sinyal
Transponder menerima sinyal yang di uplink oleh VSAT atau Hub.
2. Translasi frekuensi
Frekuensi
dari sinyal yang diterima ditranslasikan ke frekuensi yang berbeda,
dikenal sebagai frekuensi downlink. Translasi frekuensi meyakinkan bahwa
tidak ada feedback positif dan juga menghindari interferensiisu yang
terkait.
3. Penguatan
Transponder juga menguatkan sinyal downlink.
Sejumlah
transponder menentukan kapasitas satelit. Kapasitas transponder satelit
untuk satelit generasi Palapa B yaitu terdiri dari 24 transponder yang
terbagi atas 12 transponder untuk polarisasi horizontal dan 12
transponder untuk polarisasi vertikal. Tiap transponder memiliki
bandwith 40 MHz yang terdiri dari 24 transponder C-band, 11 transponder
Ku-band dan 5 transponder Extended C-band. Jumlah transponder sebanyak
ini dimaksudkan untuk mengatisipasi kebutuhan pelanggan yang semakin
meningkat. Dulu satelit Palapa generasi pertama (Palapa-A1) hanya
membawa 12 transponder saja (C-band) karena pada jaman itu (Papala-A1
diluncurkan bulan Juli 1976) kebutuhan akan transponder masih sangat
rendah. Contoh lainnya adalah satelit Cakrawarta-1 (diluncurkan bulan
November 1997) dimana satelit ini hanya membawa 5 transponder saja
(S-band), karena dengan 5 transponder ini sudah cukup untuk menyiarkan
40 program siaran TV berlangganan (Indovision).
Pita
frekuensi satelit yang paling populer adalah C-band (4 - 6 GHz) karena
sinyal pada frekuensi ini tidak terpengaruh oleh hujan dan bebas dari
interferensi sinyal-sinyal microwave teresterial. Alokasi frekuensi pada
C-band dirinci dalam gambar di bawah ini, dimana bandwidth satu
transponder dibatasi sebesar 36 MHz dan antar transponder diberi jarak
(guard band) sebesar 4 MHz (gambar 1b). Gambar 1a memperlihatkan alokasi
frekensi dari masing-masing transponder berikut frekuensi tengahnya,
sedangkan gambar 1c memperlihatkan frekuensi maksimum dan minimum dari
sebuah transponder (dalam gambar ini diambil contoh transponder 7H).

Alokasi frekuensi transponder C-band
Berdasarkan
contoh dalam gambar 1c di atas maka frekuensi maximum dari transponder
12V adalah 4200 MHz, sedangkan frekuensi minimum dari transponder 1H
adalah 3700 MHz. Dengan demikian total frekuensi yang dialokasikan untuk
seluruh transponder adalah 4200 - 3700 = 500 MHz.
Sementara
itu jumlah total transponder seluruhnya ada 24, sedangkan bandwidth
masing-masing transponder 36 MHz dan guard band 4 MHz. Jika dihitung
secara linier maka akan diperoleh = 24 transpoder x (36 + 4) MHz = 960
MHz. Artinya, untuk 24 transponder @ 36 MHz dan guard band @ 4 MHz
dibutuhkan bandwidth total = 960 MHz. Tetapi pada kenyataanya cukup
dengan 500 MHz saja kebutuhan itu sudah tercukupi. Artinya kita bisa
menghemat bandwidth hampir separonya. Hal ini bisa terjadi karena ada
sifat polarisasi gelombang (elektromagnetik) yang bisa dimanfaatkan,
yaitu bahwa dua buah gelombang yang polarisasinya saling tegak lurus
akan terisolasi satu sama lain. Besarnya faktor isolasi ini adalah
sekitar 30 dB atau seper-seribu. Dengan kata lain, dua buah sinyal dapat
menggunakan satu frekuensi yang sama asalkan polarisasinya berbeda 90
derajat. Dengan memanfaatkan fenomena ini maka kita bisa menghemat
bandwidth hingga separonya.
Perangkat ini dikemas dalam satu kemasan tetapi memiliki dua fungsi yaitu sebagai up converterdan sebagai down converter.
Up Converter
Berfungsi
untuk mengkonversi sinyal Intermediate frequency (IF) atau sinyal
frekuensi menengah dengan frekuensi centernya sebesar 70 MHz menjadi
sinyal RF Up link (5,925 – 6,425 GHz).

Up Converter
Down Converter
Berfungsi
untuk mengkonversi sinyal RF Down link (3,7 MHz – 4,2 MHz) menjadi
sinyal Intermediate Frequency dengan frekuensi center sebesar 70 MHz.

Down Converter
Di
dunia Internasional, KU-Band adalah band frekuensi yang populer.
KU-Band dapat mendukung trafik dengan ukuran antena yang lebih kecil
dibandingkan C-Band atau Ext-C-Band. Tapi Ku-Band tidak tahan terhadap
curah hujan tinggi sehingga tidak sesuai untuk digunakan di daerah Asia
Tenggara.
Keunggulan dan kekurangan masing-masing band frekuensi tersebut secara rinci adalah seperti berikut:
Frekuensi
|
Keunggulan
|
Kekurangan
|
C-Band
|
· World wide availability
· Teknologi yang termurah
· Tahan dari redaman hujan
|
· Antena berukuran relatif lebih besar
· Rentan terhadap interferensi dari satelit tetangga dan terrestrial microwave
|
Ku-Band
|
· Kapasitas relatif besar
· Antena berukuran relatif lebih kecil (0,6 – 1,8 m)
|
· Rentan dari redaman hujan
· Availability terbatas (faktor regional)
|

Anatomi Satelit
Pada
intinya satelit menyediakan dua sumber daya, yaitu bandwidth dan tenaga
amplifikasi. Pada kebanyakan jaringan VSAT, tenaga memiliki sumber daya
yang lebih terbatas dibandingkan dengan bandwidth dalam transponder
satelit.
Sumber Referensi:
Best Online casinos accepting bitcoins as
BalasHapusBest Online septcasino casinos accepting bitcoins as gifts, that's where choegocasino to 메리트카지노 find the best online casinos accepting bitcoins as gifts.